Totto-chan : The Little Girl at the Window

Bookmark and Share

Copyright © 1981 by Tetsuko Kuroyanagi
“Totto-chan” gadis cilik yang suka berdiri di depan jendela selama pelajaran berlangsung dianggap nakal oleh gurunya. Kata ibu guru Totto-chan mengacaukan kelasnya sehingga Totto-chan dikeluarkan dari sekolah. Sungguh aneh, baru kelas 1 SD sudah dikeluarkan dari sekolah. Menurut Mama Totto-chan tidak akan mengerti mengapa Totto-chan dianggap berbuat salah lagi pula Mama juga tidak ingin putrinya menderita tekanan batin, jadi Mama memutuskan untuk tidak member tahu Totto-chan sampai ia dewasa.
Setelah mencari kemana-mana akhirnya Mama menemukan sekolah baru untuk Totto-chan, sekolah itu bernama “Tomoe Gakuen” (SD Tomoe).  Totto-chan sangat senang, di sekolah itu para murid belajar di gerbong kereta  yang dijadikan kelas. Di Tomoe Gakuen para murid dapat mengubah susunan pelajaran sesuai keinginan mereka. Di awal jam pelajaran pertama, Guru membuat daftar semua soal  dan pertanyaan mengenai hal-hal yang akan diajarkan hari itu. Kemudian guru berkata,  “Sekarang mulailah dengan salah satu dari ini. Pilih yang kalian suka.” Pasti sangat menyenangkan memulai pelajaran dengan apa yang kita suka.
Di Tomoe Gakuen Totto-chan tidak hanya belajar fisika, berhitung, musik, bahasa, dan lain-lain, Ia juga mendapat banyak pelajaran berharga tentang persahabatan, rasa hormat dan menghargai orang lain, serta kebebasan menjadi diri sendiri.
“Kau benar-benar anak baik, kau tahu itu, kan!” Itulah yang selalu dikatakan Kepala Sekolah setiap kali berpapasan dengan Totto-chan. Apa yang benar-benar Kepala Sekolah ingin Totto-chan mengerti adalah hal yang seperti ini : “Ada orang yang mungkin berpendapat kau bukan anak baik dalam hal-hal tertentu, tapi watakmu yang sesungguhnya tidak buruk. Banyak watak baik dalam dirimu dan aku tahu itu.”
Tomoe musnah dimakan api pada serangan bom di Tokyo, tahun 1945. Kepala Sekolah Tomoe Gakuen Mr. Kobayashi  membangun sekolah itu dengan uang pribadinya jadi pasti butuh waktu lama untuk membangunnya kembali. Beliau meninggal pada usia enam puluh sembilan, sebelum mendirikan kembali sekolah yang diimpikannya. Menurutku anak-anak yang sempat menerima metode pendidikan Mr. Kobayashi sangatlah beruntung. Mr. Kobayashi yakin , setiap anak dilahirkan dengan watak baik, dengan mudah bisa rusak oleh lingkungan mereka atau karena pengaruh-pengaruh buruk orang dewasa. Mr. Kobayashi berusaha menemukan “watak baik” setiap anak dan mengembangkannya, agar tumbuh menjadi orang dewasa dengan kepribadian yang khas.
Bagi sang penulis sendiri “Tetsuko Kuroyanagi” sulit untuk mengukur betapa dia sangat tertolong dengan cara Mr. Kobayashi mengatakan padanya, berulang-ulang “Kau anak yang benar-benar baik, kau tahu itu, kan!” Menurut Koroyanagi seandainya ia tidak pernah bersekolah di Tomoe dan tidak pernahbertemu dengan Mr. Kobayashi mungkin ia akan dicap “anak nakal”, tumbuh dengan rasa tidak percaya diri, menderita kelainan jiwa, dan bingung.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar